Laporan Hasil Penelitian Biologi Pengaruh Jarak Lampu Dengan Telur Terhadap Perkembangan Embrio Telur Ayam
Pengaruh Jarak Lampu Dengan Telur Terhadap
Perkembangan Embrio Telur Ayam

DISUSUN OLEH :
NAMA : SANIA NUR FADHILA
NO : 24
KELAS : X MIPA 6
SMA NEGERI 1 PURWOREJO
TAHUN PELAJARAN 2016/2017
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Layaknya seorang bayi
dalam perut ibunya,embrio anak ayam di dalam telur juga mengalami perkembangan
yang signifikan dari hari ke hari.Pengetahuan tentang perkembangan embrio di
dalam telur perlu diketahui.Pengetahuan tentang fertil dan tidaknya telur
sangat diperlukan. Selain pengetahuan terhadap seleski fisik telur, kefertilan
telur juga perlu diketahui. Seleksi fisik yang dapat dilakukan diantaranya
kebersihan telur dari kotoran induknya, retak atau tidaknya telur. Namun
terlepas dari hal tersebut tidak kalah pentingnya pengetahuan mengenai
fertil/infertil telur dilihat dari dalam telurnya.Selain itu seperti yang kita
ketahui bahwa perkembangan embrio ayam terjadi di luar tubuh induknya. Selama
berkembang, embrio memperoleh makanan dan perlindungan dari telur berupa kuning
telur, albumen, dan kerabang telur.
Itulah sebabnya telur unggas selalu relatif
besar. Perkembangan embrio ayam tidak dapat seluruhnya dilihat, dengan mata
telanjang, melainkan perlu bantuan alat khusus seperti mikroskop atau kaca
pembesar. Dalam perkembangannya, embrio dibantu kantung oleh kuning telur,
amnion, dan alantois. Kantung kuning telur dindingnya dapat menghasilkan enzim.
Enzim ini mengubah isi kuning telur sehingga mudah diserap embrio. Amnion
berfungsi sebagai bantal, sedangkan alantois berfungsi pembawa oksigen ke
embrio,menyerap zat asam dari embrio, mengambil sisa-sisa pencernaan yang
terdapat dalam ginjal dan menyimpannya dalam alantois. Namun, untuk
menggambarkan bagaimana perkembangannya, maka kami melakukan penelitian tentang
perkembangan embrio ayam dengan jarak lampu yang berbeda
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah
pengaruh jarak lampu terhadap perkembangan embrio telur?
2. Apakah jarak lampu
yang terlalu dekat memberi dampak buruk pada proses perkembangan embrio ayam ?
3. Apakah ada perbedaan
dengan perkembangan embrio telur jika jarak lampunya berbeda beda?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan
masalah di atas, maka tujuan penelitian karya tulis ilmiah “Pengaruh Jarak
Lampu dengan Telur terhadap Perkembangan Embrio Telur Ayam” ini adalah :
- Untuk mengetahui pengaruh jarak lampu
dengan telur terhadap perkembangan embrio telur.
- Untuk mengetahui perbedaan perkembangan
embrio telur ayam yang diletakkan pada tempat dengan jarak kedekatan lampu yang
berbeda
D. Manfaat Hasil Penelitian
Manfaat hasil
penelitian bagi penulis adalah dapat mengetahui pengaruh jarak lampu terhadap
perkembangan embrio telur. Selain itu, juga dapat menambah pengalaman dan
wawasan.
Manfaat bagi peternak
ayam yaitu dapat mengetahui cara menetaskan telur tanpa induk dan menggunakan
cara alternatif.
Manfaat bagi pembaca
adalah dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta mengetahui pengalaman
penulis agar jika suatu saat melakukan penelitian yang sama, pembaca dapat
melakukannya dengan lebih sempurna.
BAB II
KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS
A. Kajian Teori
Selama perkembangan
lanjut embrio, selain terjadi perubahan bentuk tubuh juga terjadi pembentukan
macam-macam organ tubuh (organogenesis). Macam-macam organ itu berasal dari
lapisan lembaga ectoderm, endoderm dam mesoderm
Semua spesies unggas
member respon terhadap reaksi terang-gelap . Cahaya merangsang proses
reproduksi unggas. Ratio periode terang gelap dan tingkat perubahan cahaya
meransang melepasnya dan meningkatkan suplai FSH (Anonim C, 2004)
Tahap-tahap proses
pembentukan selaput embrio unggas adalah :
2. Amnion
Amnion adalah selaput
embrio yang lansung membungkus embrio, berupa kantung yang tipis berisi cairan
amnion, dan embrio dapat bebas bergerak didalamnya. Lapisan penyusun amnion
adalah somatopleura dengan ectoderm dibagian dalam dan mesoderm somatic diluar.
Pembentukan amnion sejalan dengan terpisahnya bagian intra embrio dari bagian
ekstraembrio
3. Kantung yolk
Kantung yolk adalah
selaput ektra embrio yang dibentuk paling awal.selaput embrio ini dibangun oleh
splanknopleura dengan endoderm disebelah dalam dan mesoderm splanknik
diluarnya.Pada mesoderm splanknik akan terdapat pembuluh-pembuluh darah
vitelin. Terbentuknya kantung yolk, sejalan dengan pelipatan lapisan endoderm
yang menjadi atap arkenteron, untuk membentuk saluran pencernaan makanan.
Fungsi kantung yolk
adalah:
• Menghantar untuk
embrio
• Tempat asalnya sel
kelamin
• Mesoderm splanknik
nya merupakan sumber sel-sel darah dan merupakan organ hemopoletetik paling
awal
4. Albumen
• Banyak mengandung air
untuk menjaga kelembaban didalam telur
• Selama perkembangan
albumen mengental
• Setelah alantois
tumbuh membesar, albumen akan terdorong keujung stal alantois yang mengabsorbsi
dan mentransfer melalui pembuluh darah kedalam embrio untuk digunakan sebagai
nutrisi
• Splanknopleura
pembungkus albumen disebut kantung albumen
5. Korion
Korion merupakan
selaput embrio yang terluar. Terbentuk oleh lipatan kearah luar
Dari amnion. Susunan
lapisan ectoderm (diluar) dan mesoderm somatic (didalam) korion berlawanan
dengan amnion, oleh karena itu korion kadang-kadang disebut amnion palsu (false
amnion). Korion akan membungkus selaput –selaput embrio lainnya.
• Korion dibentuk dari
somatopleura bersamaan dengan pembentukan amnion
• Lapisan penyusunnya
dibentuk oleh adanya pelipatan yang berlawanan dengan amnion
• Ektoderm diluar dan
mesoderm somatic didalam
• Korion berada dibawah
selaput cangkang dan cangkang kapur telur
• Fungsi penting korion
adalah menyerap ion Ca dari cangkang telur dan mendistribusikannya untuk
pembentukan rangka(tulang) embrio melalui pembuluh darah alantois (Wiati
surjono, 2000)
6. Alantois
Merupakan selaput
embrio yang terbentuk paling akhir,bermula sebagai evaginasi ventral dari usus
belakang, jadi tersususn oleh lapisan lembaga endoderm dan mesoderm splanknik,
serupa dengan katung yolk. Pada ayam, alantois dan korion(korioalantois)
berperan dalam respirasi melalui pembuluh-pembuluh darah alantois. Terjadi juga
penyerapan kalsium melalui pembuluh-pembuluh darah tersebut sehingga cangkang
kapur akan menjadi rapuh dan hal ini memudahkan penetasan kelak. Kalsium akan
digunakan untuk proses penulangan embrio.
Bagian proximal
alantois membentuk tangkai alantois yang pangkalnya akan tetap berada dalam
tubuh embrio.bagian distal alantois membentuk kantong yang tumbuh membesar
kedalam coelum kestrel embrio, yang hampir memenuhi rongga telur, selain itu
alantois berada dibawah korion( Carlson, 1988)
Organogenesis adalah
proses pembentukan organ-organ tubuh eksternal dan internal yang berasal dari
lapisan-lapisan germinal ectoderm, mesoderm dan endoderm.
Embrio ayam mulai
berkembang dari keliling germinal disc yang tampak jelas. Dalam waktu 48 jam
embrio ayam telah memiliki suatu tipe sirkulasi darah yang berliku-liku dalam
tubuhnya. Ditopang oleh kuning telur. Pada akhir periode sepertiga dari yang
pertama periode inkubasi, garis bentuk embrio mulai tampak dan jenis kelamin
diketahui pada awal hari kelima masa inkubasi
Adapun komponen dari
sebutir telur adalah :
Titik benih (
blastoderm) yaitu bagian kehidupan nonfertil telur
Kuning telur (yolk)
Putih telur(albumen)
Kalaza
Membran cangkang
Cangkang (anonim A,
2001)
Telur ayam terdiri dari
banyak kuning telur. Poerkembangannya mulai dari area kecil atau blastodiscus pada
polus animalis oleh pembelahan superficial terbentuk piringan-piringan sel
ectoderm dan endoderm.
B. Hipotesis
jarak lampu
mempengaruhi perkembangan embrio telur
BAB III
METODE PENELITIAN
A.
Waktu dan Tempat
Penelitian
·
Waktu : Minggu, 11 September 2016 –
Minggu, 02 Oktober 2016
·
Tempat : Rumah Detriani Viki Puspa Asri
B.
Alat dan Bahan
·
Alat :
1.
Kardus Bekas (3)
2.
Tempat untuk
meletakkan telur
3.
Bohlam lampu 5
watt (3)
4.
Kabel yang sudah
disusun paralel
5.
Tempat air
·
Bahan :
1.
Telur (3)
2.
Air secukupnya
C.
Cara Kerja
1.
Menyiapkan alat
dan bahan yang diperlukan terlebih dahulu,

2.
Membuat lubang
pada kardus sebagai lubang untuk memasukkan kabel,
3.
Menggunting
bagian bawah kardus untuk memasukkan alat penyangga telur (dibentuk seperti
pintu),
4.
Memasukkan
penyangga telur ke dalam kardus,

5.
Menyelipkan
tempat air kebawah penyangga telur,
6.
Memasukkan
bohlam lampu ke dalam kardus melewati lubang yang sudah dibuat dengan mengatur
panjang pendeknya kabel,

7.
Panjang kabel
kardus 1 = 8 cm
8.
Panjang kabel
kardus 2 = 11 cm
9.
Panjang kabel
kardus 3 = 15 cm
10.
Memberi tanda
pada telur untuk membedakan antara telur bagian atas dan bagian bawah supaya
mempermudah saat melakukan pembalikkan telur,
11.
Meletakkan telur
di atas penyangga telur,
12.
Menutup kardus
rapat – rapat,
13.
Meyalakan
lampunya,

14.
Membalik telur
secara berkala, 2-3 kali dalam sehari,
15.
Ditunggu hingga
kurang lebih 21 hari (3 minggu),
16.
Setelah itu
telur tersebut dipecah untuk dilihat perubahannya.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
Telur pertama yang mempunyai jarak 9 cm dengan
bohlam lampu mengalami perubahan yaitu membeku. Pada telur yang diletakkan
dengan jarak lampu 11 cm sudah terlihat berbagai bentuk bagian tubuhnya. Pada
telur yang diletakkan dengan jarak lampu yang jauh (15cm) tidak terjadi
perubahan bentuk.
B.
Pembahasan
Pada penelitian kelompok kami, sudah pada hari ke 21
tetapi tidak menetas, kemungkinan hal ini dikarenakan tempat yang digunakan
sebagai inkubasi kurang rapat atau masih ada yang berlubang. Setelah itu kami
memecahkan cangkang telurnya, dan ternyata terdapat perbedaan di antara ketiga
telur tersebut.
Pada telur yang diletakkan dengan jarak dekat (9cm)
dengan lampu, telur tersebut membeku karena jarak yang terlalu dekat dengan
telur justru memberi dampak yang buruk bagi perkembangan embrio telur.

Pada telur
yang diletakkan dengan jarak 11 cm dari telur mengalami perubahan, kita dapat
mengetahui berbagai perubahan yang akan menjadi bakal bagian tubuh ayam. Sudah
telihat warna hitam yang menunjukkan bulu ayam, dan terlihat pula mata dari si
ayam tersebut.

Pada telur yang diletakkan dengan jarak 15 cm tidak
terjadi perkembangan embrio dikarenakan jarak lampu yang terlalu jauh sehingga
kurangnya kehangatan bagi embrio dalam telur. Telur tidak akan berkembang
menjadi embrio anak ayam melainkan akan menjadi telur setengah matang.

BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Setelah melakukan penelitian tentang pengaruh jarak
lampu dengan telur terhadap perkembangan embrio telur ayam dapat disimpulkan
bahwa panas yang ditimbulkan oleh cahaya bohlam lampu dapat digunakan untuk
menghangatkan embrio dalam telur dan membuat embrio telur berkembang. Jarak
antara lampu dengan telur juga mempengaruhi perkembangan embrio dalam telur.
Apabila jarak lampu terlalu dekat dengan telur maka telur tersebut akan
membeku. Jika jaraknya terlalu jauh tidak akan terjadi perkembangan embrio.
Apabila jarak antara lampu dengan telur tidak terlalu jauh dan tidak terlalu
dekat, embrio dalam telur akan berkembang menjadi anak ayam. Pada telur yang
diletakkan dengan jarak yang pas dengan lampu akan terlihat bagian bagian tubuh
ayam sepertu bulu pada sayap dan mata.
B.
Saran
·
Dalam menetaskan
telur ayam tanpa menggunakan induknya dapat dengan metode penghangatan
menggunakan lampu
·
Jarak lampu
tidak boleh terlalu jauh dan tidak bolehterlalu dekat
·
Tempat inkubasi
harus rapat agar tidak terjadi kegagalan
·
Dalam menetaskan
telur ayam dengan menggunakan lampu dan kardus letakkanlah pada jarak yang
optimal yaitu kurang lebih 11 cm dari telur.
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
A. Data
Mentah
|
Telur ke-
|
Panjang kabel (cm)
|
Hasil Perubahan
|
|
1
|
9
|
Membeku
|
|
2
|
11
|
Sudah
terbentuk bagian tubuh ayam
|
|
3
|
15
|
Tidak
terjadi perubahan (seperti telur setengah matang)
|
B. Dokumentasi




(Dokumentasi : Pribadi)
C. Daftar
Pustaka
laporan Ubbidah Agus N.
Comments
Post a Comment